1. Persiapan Kolam Terpal
Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.
cara membuat kolam terpal klik disini
2. Pemupukan kolam
Untuk menciptakan kondisi air yang ideal, kita harus membuat pemupukan, ini demi mencapai PH air yg sesuai dg kondisi lingkungan hidup lele. Caranya dengan menggunakan kotoran kambing atau kotoran sapi atau kotoron ayam, pertama kita masukan kotoran kambing/sapi/ayam pada karung sebanyak 1,5 kg/m2, sebaiknya lalu cemplungkan kedalam kolam, biarkan menggantung dalam air jangan diberi pemberat. biarkan kolam selama 3-7 hari agar mikroorganisme air tumbuh, dan supaya bau residu (zat kimia) dari terpal hilang.
3. Manajemen Air
Air sangat berpengaruh dan berperan vital dalam pertumbuhan lele. jika air keruh dan kotor maka pertumbuhan lele akan terhambat dan begitu juga sebaliknya jika air bersih dan sesuai kadar yang dianjurkan maka lele akan cepat panen. Untuk memperbaiki mutu air perlu diberikan probiotik..
4. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
Baca Juga : Kamu Pecinta Anjing ? Informasi Beragam Jenis Anjing Serta Sifat Secara Umum, No.14 Asli Ras Indonesia!
5. Cara Pemberian Pakan
Berikan makan lele 3 kali sehari secara teratur :
1) jam 6 pagi
2) jam 4 sore
3) jam 10 malam
Pembesaran lele hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap, dapat dilakukan untuk menambah makanan untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi, ini akan membuat pertumbuhan lele lebih cepat dan siap panen.

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda. Meski Lele tahan terhadap kondisi air yang buruk namun ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.
Faktor Penyebab Kegagalan Budidaya Lele :
1. Tidak di perhatikan setingan kolam
2. Pemula/pemain baru
3. Terburu buru akan hasil yang besar tanpa mempertimbangkan resiko
4. Kurang matangnya informasi bagai mana cara budidaya yang benar




No comments:
Post a Comment